SAP FILARIASIS

SATUAN ACARA PENGAJARAN

TOPIK BAHASAN              : Pencegahan Penyakit Menular (P2M)

SASARAN & KRITERIA

Sasaran                                    : Ibu-ibu Kader di RW.26 Desa Cinunuk Wilayah   Kerja  Puskesmas Cinunuk

Kriteria Peserta Didik : Ibu-ibu Kader di RW.26 Desa Cinunuk Wilayah   Kerja  Puskesmas Cinunuk

WAKTU : 23 Desember 2010, jam 13.00 s/d selesai

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM ( TIU ) :

Setelah mengikuti penyuluhan ini, para peserta mampu menjelaskan tentang pengertian  filariasis, penyebab filariasis, tanda dan gejala filariasis, cara penularan filariasis, pencegahan filariasis dan pengobatan filariasis.

TUJUAN INSTRUKSINAL KHUSUS ( TIK )

Setelah diberikan pendidikan kesehatan, peserta mampu :

a        Menjelaskan kembali mengenai pengertian filariasis dengan benar tanpa bantuan.

b        Menjelaskan  kembali penyebab filariasis

c        Menjelaskan kembali tanda dan gejala filariasis

d       Menjelaskan kembali cara penularan filariasis

e        Menyebutkan kembali cara pencegahan filariasis.

f         Menyebutkan kembali cara pengobatan filariasis.

POKOK BAHASAN : Filariasis

SUB POKOK BAHASAN :

1.      Pengertian  filariasis

2.      Penyebab filariasis

3.      Tanda dan gejala filariasis

4.      Cara penularan filariasis

5.      Cara pencegahan filariasis

6.      Cara pengobatan filariasis

MATERI : terlampir

ALOKASI WAKTU :

Pertemuan 1 kali selama 30 menit

-     Apersepsi /set                                 : 5   menit

-     Penjelasan / uraian materi               : 20 menit

-     Penutup                                          : 5   menit

STRATEGI INSTRUKSIONAL     :

-     Menampilkan ice breaking berupa video berdurasi pendek.

-     Menggunakan media pengajaran untuk mempermudah pemahaman peserta

-     Memberikan kesempatan bertanya kepada peserta

-     Mengadakan Tanya jawab untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta

-     Mengadakan posttest ( ujian untuk mengevaluasi )

PROSES BELAJAR MENGAJAR :

WAKTU KEGIATAN PEMBERI MATERI PESERTA DIDIK METODE MEDIA
5 menit Pra
  • Menyiapkan Perlengkapan
  • Set ruangan
  • Menyiapakan daftar hadir

 

     
Kegiatan pembuka -     Melakukan perkenalan

-     Apersepsi

-     Menjelaskan tujuan pembelajaran

-     Menjelaskan cakupan materi yang akan dibahas

Memperhatikan

 

 

Memperhatikan

 

Memperhatikan

 

 

 

Memperhatikan

 

Ceramah

 

 

Ceramah

 

Ceramah

 

 

 

Ceramah

 

 

 

Poster

 

 

 

 

 

Powerpoint/

Flipchart

20 menit Uraian Materi -     Menjelaskan definisi  dan penyebab filariasis

 

-     Menjelaskan tanda dan gejala filariasis

 

 

-     Menjelaskan cara penularan filariasis

 

Mengutarakan ide/ pendapat

 

 

 

Memperhatikan dan mengemukakan pendapat

 

Memperhatikan dan mengemukakan pertanyaan

Brain storning

 

 

 

CTJ

 

 

 

 

CTJ

 

 

Powerpoint/

Flipchart

 

 

 

Powerpoint/

Flipchart

 

 

 

Powerpoint/

Flipchart

 

-     Menjelaskan cara pencegahan filariasis

 

 

-     Menjelaskan cara pengobatan

 

Memperhatikan dan mengemukakan pertanyaan

 

 

Memperhatikan dan mengemukakan pertanyaan

CTJ

 

 

 

 

 

CTJ

 

 

 

 

Powerpoint/

Flipchart

 

 

 

 

Powerpoint/

Flipchart

 

 

5 menit Penutup Menutup pertemuan

-     Mengundang komentar atau pertanyaan

 

-     Menjawab pertanyaan atau komentar dengan jelas

 

-     Menyimpulkan materi pelajaran secara singkat

 

-     Menutup pertemuan dan menbagikan leaflet

Memberikan pertanyaan/  komentar Memperhatikan

 

 

Memperhatikan

 

 

 

 

Memperhatikan

Tanya jawab

 

 

 

 

Diskusi

 

 

 

 

Ceramah

 

 

 

 

 

 

Leaflet

EVALUASI                           :

1.       Menjelaskan pengertian filariasis !

2.       Menyebutkan penyebab filariasis!

3.       Menyebutkan tanda dan gejala filariasis secara tepat !

4.       Menjelaskan kembali cara penularan filariasis!

5.       Menjelaskan  cara pencegahan filariasis !

6.       Menyebutkan cara pengobatan filariasis!

Jawaban

1.      Filariasis adalah penyakit menular ( Penyakit Kaki Gajah ) yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk

2.      Penyebab filariasis adalah tiga spesies cacing filarial yaitu; Wucheria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori

3.      Tanda dan gejala filariasis adalah

Gejala klinis Filariais Akut adalah berupa ;

  • Demam berulang-ulang selama 3 – 5 hari, Demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat ;
  • Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiak (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit ;
  • Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis) ;
  • Filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah ;
  • Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema).

Gejala klinis yang kronis adalah berupa ;

Pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).

4.      Cara penularan filariasis adalah

Seseorang dapat tertular atau terinfeksi penyakit kaki gajah apabila orang tersebut digigit nyamuk yang infektif yaitu nyamuk yang mengandung larva stadium III (L3). Nyamuk tersebut mendapat cacing filarial kecil ( mikrofilaria ) sewaktu menghisap darah penderita mengandung microfilaria atau binatang reservoir yang mengandung microfilaria. Siklus Penularan penyakit kaiki gajah ini melalui dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk ( vector ) dan tahap kedua perkembangan dalam tubuh manusia (hospes) dan reservoair.

5.      Cara pencegahan filariasis adalah

  • Berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk penular
  • Membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk, menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk
  • Membersihkan semak-semak disekitar rumah

6.      Cara pengobatan filariasis adalah

Secara massal dilakukan didaeah endemis dengan menggunakan obat Diethyl Carbamazine Citrate (DEC) dikombinasikan dengan Albenzol sekali setahun selama 5 -10 tahun, untuk mencegah reaksi samping seperti demam, diberikan Parasetamol ; dosis obat untuk sekali minum adalah, DEC sesuai kelompok umur, Albenzol 400 mg albenzol (1 tablet )

 

KRITERIA EVALUASI     :

Baik bila mampu menjawab 5-6 pertanyaan

Cukup bila mampu menjawab 3-4 pertanyaan

Kurang bila hanya mampu menjawab < 3 pertanyaan

DAFTAR PUSTAKA          :

____________,2010.Filariasis.http://images.robron.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/STfEjQoKCtsAAHTWYvM1/filariasis.pdf?nmid=141803184 (diakses tgl 4 Desember 2010)

Pohan, Herdiman T. 2007. Filariasis. Aru W. Sudoyo, Bambang Setiyohadi, Idrus Alwi,dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid III edisi IV. . Jakarta: Balai Penerbit FKUI.1767-1770.

 

Partono, Felix dan Agnes Kurniawan. 2006. Wuchereria bancrofti. Srisasi Gandahusada, Herry D. Ilahude, dan Wita pribadi. Parasitologi Kedokteran edisi ke-3. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.35-44

 

Dinkes Kab. Bandung. 2010. Petunjuk Pengobatan Massal Filariasis. Bandung: Dinas Kesehatan Pemerintah Kab. Bandung.

 

Kurniawan Liliana. Filariasis ± aspek klinis, diagnosis, pengobatan dan pemberantasannya. Jakarta: Pusat Penelitian Penyakit Menular, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI

 

­­­­­­­­­­­­____________,2010.Makalah Filariasis.www.scribd.com/doc/43610482/makalah-filariasis.(diakses tanggal 4 Desember 2010)

 


Lampiran Materi Penyuluhan

FILARIASIS

Filariasis adalah penyakit menular ( Penyakit Kaki Gajah ) disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun ( kronis ) dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Akibatnya penderita tidak dapat bekerja secara optimal bahkan hidupnya tergantung kepada orang lain sehingga memnjadi beban keluarga, masyarakat dan negara. Di Indonesia penyakit Kaki Gajah tersebar luas hampir di Seluruh propinsi. Berdasarkan laporan dari hasil survei pada tahun 2000 yang lalu tercatat sebanyak 1553 desa di 647 Puskesmas tersebar di 231 Kabupaten 26 Propinsi sebagai lokasi yang endemis, dengan jumlah kasus kronis 6233 orang. Hasil survai laboratorium, melalui pemeriksaan darah jari, rata-rata Mikrofilaria rate (Mf rate) 3,1 %, berarti sekitar 6 juta orang sudah terinfeksi cacing filaria dan sekitar 100 juta orang mempunyai resiko tinggi untuk ketularan karena nyamuk penularnya tersebar luas. Untuk memberantas penyakit ini sampai tuntas

WHO sudah menetapkan Kesepakatan Global ( The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health problem by The Year 2020 (. Program eliminasi dilaksanakan melalui pengobatan missal dengan DEC dan Albendazol setahun sekali selama 5 tahun dilokasi yang endemis dan perawatan kasus klinis baik yang akut maupun kronis untuk mencegah kecacatan dan mengurangi penderitanya. Indonesia akan melaksanakan eliminasi penyakit kaki gajah secara bertahap dimulai pada tahun 2002 di 5 kabupaten percontohan. Perluasan wilayah akan dilaksanakan setiap tahun.

Penyebab penyakit kaki gajah adalah tiga spesies cacing filarial yaitu; Wucheria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori. Vektor penular : Di Indonesia hingga saat ini telah diketahui ada 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres yang dapat berperan sebagai vector penular penyakit kaki gajah.

 

 

Cara Penularan :

Seseorang dapat tertular atau terinfeksi penyakit kaki gajah apabila orang tersebut digigit nyamuk yang infektif yaitu nyamuk yang mengandung larva stadium III ( L3 ). Nyamuk tersebut mendapat cacing filarial kecil ( mikrofilaria ) sewaktu menghisap darah penderita mengandung microfilaria atau binatang reservoir yang mengandung microfilaria. Siklus Penularan penyakit kaiki gajah ini melalui dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk ( vector ) dan tahap kedua perkembangan dalam tubuh manusia (hospes) dan reservoair.

 

Gejala :

Gejala klinis Filariais Akut adalah berupa ; Demam berulang-ulang selama 3 – 5 hari, Demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat ; pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiap (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit ; radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis) ; filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah ; pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema). Gejal klinis yang kronis ; berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).

Diagnosis
Filariasis dapat ditegakkan secara Klinis ; yaitu bila seseorang tersangka Filariasis ditemukan tanda-tanda dan gejala akut ataupun kronis ; dengan pemeriksaan darah jari yang dilakukan mulai pukul 20.00 malam waktu setempat, seseorang dinyatakan sebagai penderita Filariasis, apabila dalam sediaan darah tebal ditemukan mikrofilaria. Pencegahan ; adalah dengan berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk vector ( mengurangi kontak dengan vector) misalnya dengan menggunakan kelambu bula akan sewaktu tidur, menutup ventilasi rumah dengan kasa nyamuk, menggunakan obat nyamuk semprot atau obat nyamuk baker, mengoles kulit dengan obat anti nyamuk, atau dengan cara memberantas nyamuk ; dengan membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk, menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk ; membersihkan semak-semak disekitar rumah.

 

Pengobatan :

Secara massal dilakukan didaeah endemis dengan menggunakan obat Diethyl Carbamazine Citrate (DEC) dikombinasikan dengan Albenzol sekali setahun selama 5-10 tahun, untuk mencegah reaksi samping seperti demam, diberikan Parasetamol ; dosis obat untuk sekali minum adalah :

Kelompok Umur

(Tahun)

DEC (100 mg)

(Tablet)

Albendazol

(400 mg)

(Tablet)

Paracetamol

(500 mg)

(Tablet)

2-5 1 1 0.25
6-14 2 1 0.5
> 14 3 1 1
Sumber : Dinkes Kab. Bandung

 

Pengobatan missal dihentikan apabila Mf rate sudah mencapai < 1 % ; secara individual / selektif; dilakukan pada kasus klinis, baik stadium dini maupun stadium lanjut, jenis dan obat tergantung dari keadaan kasus.

 

Pencegahan dapat dilakukan dengan:

  • Berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk penular
  • Membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk, menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk
  • Membersihkan semak-semak disekitar rumah
  • Dapat juga menggunakan tanaman yang dapat mengusir nyamuk.
  • Untuk pencegahan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk disini.

 

About these ads
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s