SAP FILARIASIS

SATUAN ACARA PENGAJARAN

TOPIK BAHASAN              : Pencegahan Penyakit Menular (P2M)

SASARAN & KRITERIA

Sasaran                                    : Ibu-ibu Kader di RW.26 Desa Cinunuk Wilayah   Kerja  Puskesmas Cinunuk

Kriteria Peserta Didik : Ibu-ibu Kader di RW.26 Desa Cinunuk Wilayah   Kerja  Puskesmas Cinunuk

WAKTU : 23 Desember 2010, jam 13.00 s/d selesai

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM ( TIU ) :

Setelah mengikuti penyuluhan ini, para peserta mampu menjelaskan tentang pengertian  filariasis, penyebab filariasis, tanda dan gejala filariasis, cara penularan filariasis, pencegahan filariasis dan pengobatan filariasis.

TUJUAN INSTRUKSINAL KHUSUS ( TIK )

Setelah diberikan pendidikan kesehatan, peserta mampu :

a        Menjelaskan kembali mengenai pengertian filariasis dengan benar tanpa bantuan.

b        Menjelaskan  kembali penyebab filariasis

c        Menjelaskan kembali tanda dan gejala filariasis

d       Menjelaskan kembali cara penularan filariasis

e        Menyebutkan kembali cara pencegahan filariasis.

f         Menyebutkan kembali cara pengobatan filariasis.

POKOK BAHASAN : Filariasis

SUB POKOK BAHASAN :

1.      Pengertian  filariasis

2.      Penyebab filariasis

3.      Tanda dan gejala filariasis

4.      Cara penularan filariasis

5.      Cara pencegahan filariasis

6.      Cara pengobatan filariasis

MATERI : terlampir

ALOKASI WAKTU :

Pertemuan 1 kali selama 30 menit

-     Apersepsi /set                                 : 5   menit

-     Penjelasan / uraian materi               : 20 menit

-     Penutup                                          : 5   menit

STRATEGI INSTRUKSIONAL     :

-     Menampilkan ice breaking berupa video berdurasi pendek.

-     Menggunakan media pengajaran untuk mempermudah pemahaman peserta

-     Memberikan kesempatan bertanya kepada peserta

-     Mengadakan Tanya jawab untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta

-     Mengadakan posttest ( ujian untuk mengevaluasi )

PROSES BELAJAR MENGAJAR :

WAKTU KEGIATAN PEMBERI MATERI PESERTA DIDIK METODE MEDIA
5 menit Pra
  • Menyiapkan Perlengkapan
  • Set ruangan
  • Menyiapakan daftar hadir

 

     
Kegiatan pembuka -     Melakukan perkenalan

-     Apersepsi

-     Menjelaskan tujuan pembelajaran

-     Menjelaskan cakupan materi yang akan dibahas

Memperhatikan

 

 

Memperhatikan

 

Memperhatikan

 

 

 

Memperhatikan

 

Ceramah

 

 

Ceramah

 

Ceramah

 

 

 

Ceramah

 

 

 

Poster

 

 

 

 

 

Powerpoint/

Flipchart

20 menit Uraian Materi -     Menjelaskan definisi  dan penyebab filariasis

 

-     Menjelaskan tanda dan gejala filariasis

 

 

-     Menjelaskan cara penularan filariasis

 

Mengutarakan ide/ pendapat

 

 

 

Memperhatikan dan mengemukakan pendapat

 

Memperhatikan dan mengemukakan pertanyaan

Brain storning

 

 

 

CTJ

 

 

 

 

CTJ

 

 

Powerpoint/

Flipchart

 

 

 

Powerpoint/

Flipchart

 

 

 

Powerpoint/

Flipchart

 

-     Menjelaskan cara pencegahan filariasis

 

 

-     Menjelaskan cara pengobatan

 

Memperhatikan dan mengemukakan pertanyaan

 

 

Memperhatikan dan mengemukakan pertanyaan

CTJ

 

 

 

 

 

CTJ

 

 

 

 

Powerpoint/

Flipchart

 

 

 

 

Powerpoint/

Flipchart

 

 

5 menit Penutup Menutup pertemuan

-     Mengundang komentar atau pertanyaan

 

-     Menjawab pertanyaan atau komentar dengan jelas

 

-     Menyimpulkan materi pelajaran secara singkat

 

-     Menutup pertemuan dan menbagikan leaflet

Memberikan pertanyaan/  komentar Memperhatikan

 

 

Memperhatikan

 

 

 

 

Memperhatikan

Tanya jawab

 

 

 

 

Diskusi

 

 

 

 

Ceramah

 

 

 

 

 

 

Leaflet

EVALUASI                           :

1.       Menjelaskan pengertian filariasis !

2.       Menyebutkan penyebab filariasis!

3.       Menyebutkan tanda dan gejala filariasis secara tepat !

4.       Menjelaskan kembali cara penularan filariasis!

5.       Menjelaskan  cara pencegahan filariasis !

6.       Menyebutkan cara pengobatan filariasis!

Jawaban

1.      Filariasis adalah penyakit menular ( Penyakit Kaki Gajah ) yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk

2.      Penyebab filariasis adalah tiga spesies cacing filarial yaitu; Wucheria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori

3.      Tanda dan gejala filariasis adalah

Gejala klinis Filariais Akut adalah berupa ;

  • Demam berulang-ulang selama 3 – 5 hari, Demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat ;
  • Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiak (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit ;
  • Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis) ;
  • Filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah ;
  • Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema).

Gejala klinis yang kronis adalah berupa ;

Pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).

4.      Cara penularan filariasis adalah

Seseorang dapat tertular atau terinfeksi penyakit kaki gajah apabila orang tersebut digigit nyamuk yang infektif yaitu nyamuk yang mengandung larva stadium III (L3). Nyamuk tersebut mendapat cacing filarial kecil ( mikrofilaria ) sewaktu menghisap darah penderita mengandung microfilaria atau binatang reservoir yang mengandung microfilaria. Siklus Penularan penyakit kaiki gajah ini melalui dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk ( vector ) dan tahap kedua perkembangan dalam tubuh manusia (hospes) dan reservoair.

5.      Cara pencegahan filariasis adalah

  • Berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk penular
  • Membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk, menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk
  • Membersihkan semak-semak disekitar rumah

6.      Cara pengobatan filariasis adalah

Secara massal dilakukan didaeah endemis dengan menggunakan obat Diethyl Carbamazine Citrate (DEC) dikombinasikan dengan Albenzol sekali setahun selama 5 -10 tahun, untuk mencegah reaksi samping seperti demam, diberikan Parasetamol ; dosis obat untuk sekali minum adalah, DEC sesuai kelompok umur, Albenzol 400 mg albenzol (1 tablet )

 

KRITERIA EVALUASI     :

Baik bila mampu menjawab 5-6 pertanyaan

Cukup bila mampu menjawab 3-4 pertanyaan

Kurang bila hanya mampu menjawab < 3 pertanyaan

DAFTAR PUSTAKA          :

____________,2010.Filariasis.http://images.robron.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/STfEjQoKCtsAAHTWYvM1/filariasis.pdf?nmid=141803184 (diakses tgl 4 Desember 2010)

Pohan, Herdiman T. 2007. Filariasis. Aru W. Sudoyo, Bambang Setiyohadi, Idrus Alwi,dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid III edisi IV. . Jakarta: Balai Penerbit FKUI.1767-1770.

 

Partono, Felix dan Agnes Kurniawan. 2006. Wuchereria bancrofti. Srisasi Gandahusada, Herry D. Ilahude, dan Wita pribadi. Parasitologi Kedokteran edisi ke-3. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.35-44

 

Dinkes Kab. Bandung. 2010. Petunjuk Pengobatan Massal Filariasis. Bandung: Dinas Kesehatan Pemerintah Kab. Bandung.

 

Kurniawan Liliana. Filariasis ± aspek klinis, diagnosis, pengobatan dan pemberantasannya. Jakarta: Pusat Penelitian Penyakit Menular, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI

 

­­­­­­­­­­­­____________,2010.Makalah Filariasis.www.scribd.com/doc/43610482/makalah-filariasis.(diakses tanggal 4 Desember 2010)

 


Lampiran Materi Penyuluhan

FILARIASIS

Filariasis adalah penyakit menular ( Penyakit Kaki Gajah ) disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun ( kronis ) dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Akibatnya penderita tidak dapat bekerja secara optimal bahkan hidupnya tergantung kepada orang lain sehingga memnjadi beban keluarga, masyarakat dan negara. Di Indonesia penyakit Kaki Gajah tersebar luas hampir di Seluruh propinsi. Berdasarkan laporan dari hasil survei pada tahun 2000 yang lalu tercatat sebanyak 1553 desa di 647 Puskesmas tersebar di 231 Kabupaten 26 Propinsi sebagai lokasi yang endemis, dengan jumlah kasus kronis 6233 orang. Hasil survai laboratorium, melalui pemeriksaan darah jari, rata-rata Mikrofilaria rate (Mf rate) 3,1 %, berarti sekitar 6 juta orang sudah terinfeksi cacing filaria dan sekitar 100 juta orang mempunyai resiko tinggi untuk ketularan karena nyamuk penularnya tersebar luas. Untuk memberantas penyakit ini sampai tuntas

WHO sudah menetapkan Kesepakatan Global ( The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health problem by The Year 2020 (. Program eliminasi dilaksanakan melalui pengobatan missal dengan DEC dan Albendazol setahun sekali selama 5 tahun dilokasi yang endemis dan perawatan kasus klinis baik yang akut maupun kronis untuk mencegah kecacatan dan mengurangi penderitanya. Indonesia akan melaksanakan eliminasi penyakit kaki gajah secara bertahap dimulai pada tahun 2002 di 5 kabupaten percontohan. Perluasan wilayah akan dilaksanakan setiap tahun.

Penyebab penyakit kaki gajah adalah tiga spesies cacing filarial yaitu; Wucheria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori. Vektor penular : Di Indonesia hingga saat ini telah diketahui ada 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres yang dapat berperan sebagai vector penular penyakit kaki gajah.

 

 

Cara Penularan :

Seseorang dapat tertular atau terinfeksi penyakit kaki gajah apabila orang tersebut digigit nyamuk yang infektif yaitu nyamuk yang mengandung larva stadium III ( L3 ). Nyamuk tersebut mendapat cacing filarial kecil ( mikrofilaria ) sewaktu menghisap darah penderita mengandung microfilaria atau binatang reservoir yang mengandung microfilaria. Siklus Penularan penyakit kaiki gajah ini melalui dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk ( vector ) dan tahap kedua perkembangan dalam tubuh manusia (hospes) dan reservoair.

 

Gejala :

Gejala klinis Filariais Akut adalah berupa ; Demam berulang-ulang selama 3 – 5 hari, Demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat ; pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiap (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit ; radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis) ; filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah ; pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema). Gejal klinis yang kronis ; berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).

Diagnosis
Filariasis dapat ditegakkan secara Klinis ; yaitu bila seseorang tersangka Filariasis ditemukan tanda-tanda dan gejala akut ataupun kronis ; dengan pemeriksaan darah jari yang dilakukan mulai pukul 20.00 malam waktu setempat, seseorang dinyatakan sebagai penderita Filariasis, apabila dalam sediaan darah tebal ditemukan mikrofilaria. Pencegahan ; adalah dengan berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk vector ( mengurangi kontak dengan vector) misalnya dengan menggunakan kelambu bula akan sewaktu tidur, menutup ventilasi rumah dengan kasa nyamuk, menggunakan obat nyamuk semprot atau obat nyamuk baker, mengoles kulit dengan obat anti nyamuk, atau dengan cara memberantas nyamuk ; dengan membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk, menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk ; membersihkan semak-semak disekitar rumah.

 

Pengobatan :

Secara massal dilakukan didaeah endemis dengan menggunakan obat Diethyl Carbamazine Citrate (DEC) dikombinasikan dengan Albenzol sekali setahun selama 5-10 tahun, untuk mencegah reaksi samping seperti demam, diberikan Parasetamol ; dosis obat untuk sekali minum adalah :

Kelompok Umur

(Tahun)

DEC (100 mg)

(Tablet)

Albendazol

(400 mg)

(Tablet)

Paracetamol

(500 mg)

(Tablet)

2-5 1 1 0.25
6-14 2 1 0.5
> 14 3 1 1
Sumber : Dinkes Kab. Bandung

 

Pengobatan missal dihentikan apabila Mf rate sudah mencapai < 1 % ; secara individual / selektif; dilakukan pada kasus klinis, baik stadium dini maupun stadium lanjut, jenis dan obat tergantung dari keadaan kasus.

 

Pencegahan dapat dilakukan dengan:

  • Berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk penular
  • Membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk, menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk
  • Membersihkan semak-semak disekitar rumah
  • Dapat juga menggunakan tanaman yang dapat mengusir nyamuk.
  • Untuk pencegahan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk disini.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PTSD (Post Traumatic Stress Disorder)

The defining characteristic of Post Traumatic Stress Disorder  (PTSD) is development of anxiety symptoms  following an excessively  distressing life event  that experienced with terror, fear, and helplessness. The event is serious, such as seeing one’s child killed, or involvement in a major earth quake, fire, flane crash, war, rape, or abuse.

Symptoms include:

§  Reexperiencing the traumatic event (recurrent recollection, flashbacks, dream of the event, or intense distress with events that resemble or represent the event)

§  Avoidance of stimuli, thoughts, or feelings associated with trauma (inability to recall aspects of the event, refusal to go to places that are reminders of the event)

§  Restricted responsiveness (general numbing, decreased affect, diminished interest, withdrawal from others)

Other common symptoms of post-traumatic stress disorder :

  • Anger and irritability
  • Guilt, shame, or self-blame
  • Substance abuse
  • Depression and hopelessness
  • Suicidal thoughts and feelings
  • Feeling alienated and alone
  • Feelings of mistrust and betrayal
  • Headaches, stomach problems, chest pain

PTSD may occur directly after the event or may not be diagnosed until several months or event years later. PTSD may occur at any age, including childhood.

Getting help for post-traumatic stress disorder (PTSD)

If you suspect that you or a loved one has post-traumatic stress disorder (PTSD), it’s important to seek help right away. The sooner PTSD is confronted, the easier it is to overcome. If you’re reluctant to seek help, keep in mind that PTSD is not a sign of weakness, and the only way to overcome it is to confront what happened to you and learn to accept it as a part of your past. This process is much easier with the guidance and support of an experienced therapist or doctor. It’s only natural to want to avoid painful memories and feelings. But if you try to numb yourself and push your memories away, post-traumatic stress disorder (PTSD) will only get worse. You can’t escape your emotions completely – they emerge under stress or whenever you let down your guard – and trying to do so is exhausting. The avoidance will ultimately harm your relationships, your ability to function, and the quality of your life.

Treatment for post-traumatic stress disorder (PTSD)

Treatment for post-traumatic stress disorder (PTSD) relieves symptoms by helping you deal with the trauma you’ve experienced. Rather than avoiding the trauma and any reminder of it, you’ll be encouraged in treatment to recall and process the emotions and sensations you felt during the original event. In addition to offering an outlet for emotions you’ve been bottling up, treatment for PTSD will also help restore your sense of control and reduce the powerful hold the memory of the trauma has on your life.

Types of treatments for post-traumatic stress disorder (PTSD)

  • Trauma-focused cognitive-behavioral therapy. Cognitive-behavioral therapy for PTSD and trauma involves carefully and gradually “exposing” yourself to thoughts, feelings, and situations that remind you of the trauma. Therapy also involves identifying upsetting thoughts about the traumatic event–particularly thoughts that are distorted and irrational—and replacing them with more balanced picture.
  • EMDR (Eye Movement Desensitization and Reprocessing) – EMDR incorporates elements of cognitive-behavioral therapy with eye movements or other forms of rhythmic, left-right stimulation, such as hand taps or sounds. Eye movements and other bilateral forms of stimulation are thought to work by “unfreezing” the brain’s information processing system, which is interrupted in times of extreme stress, leaving only frozen emotional fragments which retain their original intensity. Once EMDR frees these fragments of the trauma, they can be integrated into a cohesive memory and processed.
  • Family therapy. Since PTSD affects both you and those close to you, family therapy can be especially productive. Family therapy can help your loved ones understand what you’re going through. It can also help everyone in the family communicate better and work through relationship problems.
  • Medication. Medication is sometimes prescribed to people with PTSD to relieve secondary symptoms of depression or anxiety, but it does not treat the causes of PTSD.

Nursing Assessment

1.      Activity or rest

Ø  nightmare sleep disorder

Ø  hypersomnia

Ø  easy fatigue

Ø  chronic fatigue

2.      Circulation

Ø  increased heart rate

Ø  increased blood pressure

Ø  palpitations

Ø  hot

3.       Ego Integrity

Ø  Various levels of anxiety with symptoms that lasted for days, weeks, months

1.        Acute stress disorder that occurs 2 days – 4 weeks in 4 weeks of traumatic  events.

2.        Acute PTSD symptoms of less than 3 months

3.        Chronic PTSD symptoms more than 3 months

4.        Slowing awitan least 6 months after the traumatic event

Ø  Difficulty to seek help or moving the personal resources (share the experience of family members / friends)

Ø  Guilt feelings of helplessness isolation

Ø  Feeling ashamed of his own helplessness, demoralization

Ø  Feelings about the future is bleak or shortened

 

4.       Neurosensori

Ø  Cognitive impairment difficulty concentrating

Ø  High vigilance

Ø  Fear of excessive memory or persistent harping on an

Ø  Event will control the bad with the explosion of aggressive behavior can not be predicted or cause feelings (anger, resentment, hatred, hurt)

Ø  Behavior change (gloomy, pessimistic, think that the sad, iritabel), lack of confidence, depression, affective, feeling unreal, business life is not ignored anymore

Ø  Muscle tension, trembling, motor restlessness

5.      Pain or discomfort

Ø  physical pain because of injury may be exacerbated over the severity of injury

6.      Respiration

Ø  Respiratory frequency increased

Ø  Dispneu

7.      Security

Ø  Explosive anger that exploded

Ø  Violent behavior toward the environment or other individuals

Ø  Suicidal ideas

8.      Sexuality

Ø  loss of enthusiasm

Ø  impotence

Ø  disability to achieve orgasm

9.      Social Interaction

Ø  Avoid people / places / activities that cause the memory of trauma, decreased responsiveness, separation, emotional numbness psychic / isolate themselves from others

Ø  Significant loss of interest in significant activities, including job

Ø  Restrictions on the range of influence, there is no emotional response

10.  Teaching or studying

Ø  The occurrence of PTSD is often preceded or accompanied by disease / physical abuse

Ø  Alcohol or other drug abuse

 

DIFFERENTIAL DIAGNOSIS

  • GENERALIZED ANXIETY DISORDER. The hyperarousal symptoms described in teh D criteria set are similar to those present in generalized anxiety disorder buL than disorder lack a traumatic origin and tehe intrusive symptom found in criteria B. Nonethelss, if any anxious patient presents with ready startle, remain on guard, and does not respond to teh usual measures for generalized anxiety disorder, the clinican should consider a diagnosis of PTSD.
  • DEPRESSION. Depressive features of reduced interest, estrangement, numbing poor consentration, and insomnia occur in PSTD. Intrusive trauma-bound symptom are not a feature of depression. However, after eksposure to trauma , post traumatik reactions are seen, and the clinician needs to adress the traumatic component. Polysonographs and neuroendocrinr studies may help in defferential diagnosis of PSTD and major depressive disorder.
  • PANIC DISORDER. Panic attacks resembels the autonomic hyperactivity in PSTD (chriteria D). O distinguish teh two, the interviewer should establish whether the panic attacks are related to the tarauma or to reminders of it.
  • OBSESIVE-COMPULSIVE DISORDER . PSTD and obsesive-compulsive disorder both share the occurrence of repetitive, distressing recollections, images, or thoughts. To distinguish bertween the two disorder, the clinical must obtain a careful history, asking about the occurrence of the trauma and establishing wheter the intrusive phenomena are thematically linked to the event.
  • DISSOCIATIVE DISORDERS. Flahsbacks, nimbing, and amnesia may suggest dissociative disorder. When those symptomms are prominent or presenting features, the clinical must elicit a clear history of the additional intrusive, avoide, and hyp a rarousal features that occur in PSTD but not in dissociative
  • BORDERLINE PRERSONALITY DISORDER. The dignosis of borderline personality disorder is often made when PSTD is a more appropiate diagnosis or, at least, a necessary concomitant diagnosis. A clinical who makes the diagnosis of borderline personality disorder must inquire further into possible early trauma and ensuing symptom.
  • MEDICAL DISORDER. After a patient sustains a head injury, the clikical must evaluated the degre of any brain damage and its possible contribution to some of the symptoms. Close colaboration with a neurologist in advisable.The clinical should also clarify the role of alcohol or psychoactive substance intoxication and withdrawal, since those disordr can aggravate PTSD symptoms.
  • FACTITIOUS DISOORDER. PSTD must sometimes be distinguised from fastitinguisted ftom factitious disorder. Helpful clues are corroborative evidence that trauma did occur and that the patient is usually sistressed about the trauma and often reluctant at first to discuss its details. Factitious symptoms often vary in response to the immediete environment.

Nursing Priority

1.      Providing security for client / others.

2.      Helps clients increase self-esteem and feelings of re-gain control over feelings / actions.

3.      Encourage the development of assertive behavior, rather than aggressive behavior.

4.      Improve the understanding that what happens on the current situation can significantly due to the action itself.

5.      Assist client / family to learn healthy ways to cope / adapt realistically to changes and events that have passed.

PLANNING

 

 

 


EVALUATION
• Evaluation of outcome criteria is a critical method that determines:

  1. Client (individual, family, community) progress and response to treatment
  2. Effective use of the nursing process
  3. Acountability for the nurse’s standards of care

• Evaluation is dynamic and may be used at any stage of the nursing process.

REFERENCES

Clinton, Michael.Nelson, sioban.1995. Mental Health and Nursing Practice.Sydney : PRENTICE HALL

Fontaine, Karen Lee. 1995.Mental Health Nursing.Menlo Park : Addison Wesley Longman, Inc.

Fortinash, Holoday Worret.2007. Psychiatric Nursing Care Plans fifth edition.St.Louis, Missouri : Mosby Elsevier

Fortinash, Katherine M. 1995.Psychiatric Nursing care Plans—2nd ed.St.Louis, Missouri : Mosby

Kaplan, I.Harold.,Saddock J.,Benjamin.1995.Comprehensive textbook of Psychiatry/VI.Baltimore, Maryland : Williams & Wilkins

Stuart & Sundeen.1995. Principles and practice of Psychiatric Nursing. St.Louis, Missouri : Mosby

Vacarolis, Elizabeth M. 1994.Foundations of Psychiatric-Mental Health Nursing.Philadelphia, Pennsylvania : W.B. Saunders Company

Yosep,I.2010. Keperawatan Jiwa. Edisi Revisi. Bandung: Refika Aditama

 

 

 

 

Posted in Nursing Science, Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment